"Tidakkah orang-orang kafir itu melihat bahwa lelangit danbumi disatukan, kemudian mereka Kami pisahkan dan Kami
menjadikan setiap yang hidup dari air. Lantas akankah merekatak beriman?" (QS 21:30).
"(Tuhan sajalah) yang telah menurunkan air dari langit. MakaKami[3] tumbuhkan (dari air itu) berpasang-pasangtumbuh-tumbuhan yang berbeda-beda." (QS 20:53).
"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air."(QS 24:45) .
Mungkin karena asal usul manusia itu dari air atau sesuatu yang bersifat air maka umumnya manusia atau manusia kecil alias anak-anak suka bermain-main dengan air. Aku ingat waktu masih kecil dulu kalau sudah musim hujan tiba aku dan adik-adikku selalu bermain hujan-hujanan. Bahkan ketika suatu waktu terjadi banjir di kotaku aku dengan sukacitanya mendatangi daerah banjir di tengah kota tanpa mempertimbangkan bahaya yang mungkin terjadi.

Berbeda dengan masa kecilku itu, sekarang kalau hujan turun aku melarang anak-anakku untuk keluar rumah. Bukan apa-apa sih, aku hanya merasa air hujan yang turun dulu waktu aku masih kecil berbeda dengan air hujan sekarang. Dalam bayanganku udara sekarang tentu berbeda dengan jaman aku kecil dulu. Apalagi di Bandung yang kondisi geografinya berupa cekungan yang dikelilingi pegunungan mengakibatkan polutan yang ada di udara seperti terakumulasi dalam cekungan tersebut. Kebayang kan kalau hujan turun, membersihkan itu semua dan turun kebumi dengan berbagai polutan yang mungkin terbawa.

Kembali ke masalah main air, kebetulan dua bocah kecilku semua suka main air, baik itu renang, mandi di ember besar, maupun siram menyiram tanaman. Pokoknya kalau mandi sendiri bisa sampai hampir satu jam lamanya. Belum lagi kalau ketemu kolam renang, bisa2 seharian di kolam renang. Makanya ketika liburan panjang kemarin sempat mampir ke BSM dari silaturahmi ke saudara, maka mainan yang dipilih ya naik perahu. Padahal sebenarnya setiap hari sabtu pasti renang, tapi masih juga yang dipilih permainan air.